Review Film Wake Up Dead Man: Knives Out 3 Worth It? Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery telah resmi tayang di Netflix sejak 12 Desember 2025, setelah premiere dunia di TIFF September 2025 dan rilis terbatas di bioskop mulai 26 November 2025. Disutradarai dan ditulis Rian Johnson, ini menjadi installment ketiga seri Benoit Blanc yang dibintangi Daniel Craig. Dengan durasi 144 menit dan rating PG-13, film ini membawa detektif flamboyan ke sebuah gereja kecil di upstate New York untuk menyelidiki kematian misterius seorang monsignor dalam ruangan terkunci—sebuah kejahatan yang tampak mustahil. Cast ensemble-nya luar biasa: Josh O’Connor sebagai Pastor Jud Duplenticy yang muda dan mantan petinju, Glenn Close, Josh Brolin, Mila Kunis, Jeremy Renner, Kerry Washington, Andrew Scott, Cailee Spaeny, Daryl McCormack, serta Thomas Haden Church. Setelah rilis, film ini mendapat sambutan hangat dengan skor Rotten Tomatoes 92% dari kritikus dan 94% dari penonton—bahkan banyak yang menyebutnya sebagai yang terbaik di franchise. Dengan nada lebih gelap, introspektif, dan penuh tema iman serta pengampunan, pertanyaannya kini: apakah sekuel ketiga ini benar-benar worth it, atau hanya pengulangan formula sukses? BERITA BOLA
Plot dan Tema yang Lebih Dalam Film Wake Up Dead Man: Review Film Wake Up Dead Man: Knives Out 3 Worth It?
Cerita berpusat pada Benoit Blanc yang dipanggil untuk menyelidiki kematian monsignor di gereja bersejarah dengan masa lalu kelam. Ia bersekutu dengan Pastor Jud (Josh O’Connor)—seorang pendeta muda yang tulus, pernah menjadi petinju dan membunuh seseorang di ring—untuk mengungkap motif di balik pembunuhan yang tampak mustahil. Suspect-nya beragam: anggota jemaat kaya, aktivis, dan figur berpengaruh yang menyimpan rahasia.
Johnson mempertahankan struktur whodunit klasik—petunjuk, red herring, dan monolog pengungkapan epik—tapi kali ini menambahkan lapisan emosional yang lebih kuat. Tema iman, rahmat, pengampunan, dan bagaimana agama dieksploitasi dalam masyarakat modern jadi inti cerita. Ada satir tajam terhadap hipokris dan politik, tapi disampaikan dengan optimisme yang mengejutkan—Blanc selalu berpihak pada karakter paling bermoral. Twist-twistnya cerdas dan tak terduga, dengan akhir yang subtil namun mendalam, membuat penonton merenung setelah kredit bergulir. Meski pacing awal agak lambat untuk membangun suasana gereja yang dingin dan suram, paruh kedua meledak dengan ketegangan dan humor hitam khas Johnson.
Visual, Performa, dan Elemen Teknis Film Wake Up Dead Man: Review Film Wake Up Dead Man: Knives Out 3 Worth It?
Secara visual, film ini terasa paling sinematik di antara ketiganya. Lokasi gereja Gothic dengan pencahayaan redup, kabut musim dingin, dan detail arsitektur menciptakan suasana mencekam yang kontras dengan dialog witty. Sinematografi Nathan Johnson (saudara Rian) memadukan nuansa klasik Agatha Christie dengan gaya modern yang stylish—setiap frame terasa seperti lukisan. Score Nathan Johnson mendukung ketegangan dengan nada orchestral yang dramatis, sementara humor tetap tajam melalui dialog cepat dan referensi pop culture.
Performa aktor jadi kekuatan terbesar. Daniel Craig sebagai Blanc tetap karismatik dan charming, tapi kali ini lebih reflektif. Josh O’Connor mencuri perhatian sebagai Pastor Jud—karakternya kompleks, emosional, dan penuh kedalaman, sering disebut scene-stealer. Glenn Close memberikan performa intens dan memorable sebagai figur antagonis yang rapuh. Josh Brolin, Mila Kunis, Jeremy Renner, dan Kerry Washington membawa energi tinggi pada suspect masing-masing, sementara Andrew Scott dan Cailee Spaeny menambah nuansa. Ensemble ini terasa organik, chemistry antar karakter kuat, dan membuat misteri terasa personal serta mendalam.
Kesimpulan
Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery bukan hanya worth it—ia mungkin yang terbaik di franchise. Johnson berhasil mengembangkan formula tanpa mengulang diri: misteri lebih rumit, tema lebih soulful, dan emosi lebih dalam, sambil tetap menghibur dengan humor, twist, dan performa ensemble yang brilian. Bagi penggemar Knives Out dan Glass Onion, ini evolusi sempurna yang memperkaya seri; bagi penonton baru, ini pengantar ideal ke dunia Benoit Blanc.
Dengan skor tinggi dari kritikus dan penonton, serta potensi cult favorite tahunan, film ini membuktikan bahwa whodunit klasik masih relevan di era streaming. Jika kamu suka puzzle cerdas, satir halus, dan cerita yang meninggalkan dampak, Wake Up Dead Man wajib ditonton—terutama di Netflix untuk pengalaman maksimal. Benoit Blanc kembali, dan kali ini ia membawa lebih dari sekadar solusi misteri: ia membawa harapan di tengah kegelapan. Worth every minute.
