Skip to content

Onespiritinterfaithministers Review Film Bioskop Terbaru dan Terupdate

Menu
  • Sample Page
Menu
review-film-the-substance-body-horror-paling-ekstrem

Review Film The Substance: Body Horror Paling Ekstrem

Posted on January 23, 2026 by admin

Review Film The Substance: Body Horror Paling Ekstrem. The Substance karya Coralie Fargeat yang tayang sejak akhir 2024 masih menjadi salah satu film paling menghebohkan dan dibicarakan hingga awal 2026. Thriller body horror ini dibintangi Demi Moore sebagai Elisabeth Sparkle, bintang televisi yang menua dan memutuskan menggunakan zat misterius untuk menciptakan versi muda dirinya sendiri bernama Sue (Margaret Qualley). Dengan durasi 141 menit, film ini telah meraup lebih dari US$45 juta secara global (untuk film indie R-rated termasuk sukses besar) dan mendapat rating Rotten Tomatoes 89% dari kritikus serta 82% dari penonton. The Substance memenangkan beberapa penghargaan di festival (termasuk Best Screenplay di Cannes) dan disebut sebagai salah satu body horror paling ekstrem serta visual paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Apakah film ini benar-benar puncak body horror modern, atau hanya shock value tanpa substansi? BERITA BASKET

Visual dan Efek Body Horror yang Brutal di Film The Subtance

Coralie Fargeat membawa body horror ke level yang sangat ekstrem dan tidak kompromi. Transformasi Elisabeth menjadi Sue digambarkan dengan detail grafis yang mengerikan—kulit robek, tulang bergeser, darah mengalir, dan tubuh yang “terbelah” secara fisik. Adegan-adegan seperti proses injeksi zat, regenerasi tubuh, dan degradasi fisik di babak akhir menjadi salah satu momen paling disturbing di layar lebar tahun 2025. Efek praktis (prostetik dan makeup) sangat dominan—hampir tidak ada CGI berlebihan, sehingga setiap luka, retakan kulit, dan deformasi terasa nyata dan menyakitkan. Warna merah darah yang sangat jenuh, pencahayaan neon pink dan biru, serta close-up ekstrem pada tubuh membuat visual film ini sangat khas dan tidak bisa dilupakan. Setiap frame terasa seperti lukisan horor yang hidup—indah sekaligus mengerikan.

Performa Demi Moore dan Margaret Qualley

Demi Moore memberikan penampilan paling berani dan kuat dalam karirnya. Sebagai Elisabeth yang menua dan insecure, ia rela menunjukkan tubuhnya tanpa filter—ada adegan telanjang penuh dan close-up wajah yang sangat jujur. Moore berhasil menyampaikan rasa takut, marah, dan keputusasaan dengan sangat dalam tanpa pernah terasa berlebihan. Ini mungkin salah satu comeback terbaik dalam sejarah Hollywood. Margaret Qualley sebagai Sue (versi muda Elisabeth) juga tampil luar biasa—ia bawa energi muda yang segar tapi perlahan menunjukkan sisi gelap dan egois yang sama dengan Elisabeth. Chemistry keduanya (meski satu orang) terasa sangat kuat dan mencekam—mereka seperti dua sisi cermin yang saling membenci tapi tak bisa lepas satu sama lain. Dennis Quaid sebagai produser televisi yang misoginis juga mencuri perhatian dengan peran yang sangat menjijikkan tapi tepat.

Kelemahan dan Kontroversi

Meski visual dan performa sangat kuat, film ini punya kelemahan di babak akhir yang terasa terlalu over-the-top dan berantakan. Transformasi final dan adegan klimaks begitu ekstrem hingga beberapa penonton merasa kehilangan fokus cerita dan masuk ke ranah gore porn. Ada juga kritik bahwa pesan feminis dan body positivity-nya terasa kontradiktif—film ini seolah mengkritik standar kecantikan sambil menampilkan tubuh perempuan secara sangat eksplisit dan grafis. Pacing di tengah agak lambat karena terlalu banyak fokus pada proses transformasi tanpa maju plot signifikan. Bagi sebagian penonton, film ini terasa lebih sebagai pertunjukan visual daripada cerita yang utuh. Beberapa bilang ini “terlalu berani sampai jadi tidak enak ditonton”.

Respon Penonton dan Dampak: Review Film The Substance: Body Horror Paling Ekstrem

Penonton Indonesia yang suka body horror dan film arthouse menyambut sangat positif—film ini laris di bioskop indie dan platform streaming, dengan banyak diskusi soal performa Demi Moore dan efek visual yang ekstrem. Box office US$45 juta (untuk film R-rated non-franchise termasuk sukses besar) dan banyak penghargaan festival tunjukkan film ini punya daya tarik kuat. Di media sosial, klip transformasi dan adegan akhir jadi viral meski banyak yang beri trigger warning. Film ini juga membuka diskusi soal standar kecantikan, usia perempuan di industri hiburan, dan bagaimana body horror bisa jadi alat kritik sosial. Banyak yang bilang ini salah satu film paling berani 2025 dan layak dapat pujian atas keberaniannya.

Kesimpulan: Review Film The Substance: Body Horror Paling Ekstrem

The Substance adalah body horror paling ekstrem dan berani tahun 2025 yang berhasil jadi salah satu film paling memorable. Demi Moore dan Margaret Qualley tampil luar biasa, visual dan makeup sangat mengganggu tapi memukau, serta konsep cerita yang unik membuat film ini layak disebut masterpiece meski kontroversial. Meski babak akhir over-the-top dan pacing tengah agak lambat, film ini tetap jadi tontonan yang sangat kuat dan tidak bisa dilupakan. Worth it? Ya—tapi hanya kalau kamu kuat mental dan suka horor yang tidak kompromi. Kalau suka film seperti Titane, Raw, atau Crimes of the Future, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan perut kuat dan pikiran terbuka. The Substance bukan sekadar horor, tapi pernyataan keras tentang tubuh, usia, dan obsesi kecantikan. Film ini ekstrem—dan itulah yang membuatnya spesial.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Category: Uncategorized

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Review Film Weathering With You: Film Shinkai yang Romantis
  • Review Film Avatar
  • Review Film Dragon Nest: Throne of Elves
  • Review Film Vina: Sebelum 7 Hari – True Crime Bikin Merinding
  • Review Film The Substance: Body Horror Paling Ekstrem

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • January 2026
  • December 2025

Categories

  • Uncategorized
© 2026 Onespiritinterfaithministers Review Film Bioskop Terbaru dan Terupdate | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme